Latar Belakang

1. Diskusi di APN conference in Kobe (Nov. 2000)

- Naikan muka air laut yang terjadi sampai sekarang berbeda-beda di daerah
. terkait tektonis
. terkait muka tanah yang turun (air tanah diambil)
- SURVAS monitor seluruh dinia, dengan asumption bahwa 1 m naik
- Di daerah Asia-Pacific, banyak negara pulau kecil berperanserta, menyajikan laporan, tetapi dari Indonesia kabarnya terbatas sekali
Khusus di daerah kota pinggir laut, dampak besar akan ada, tetapi data benar sangat terbatas.

2. Kerjasama BRI-PUSKIM tentan ini (Dampak Timbal Balik.....) 1999-2002

-1999 : Feasibility Study (Emisi CO2 dan Dampak Muka Air Laut pada pinggir laut)
kesimpulan : emisi CO2 dan Dampak juga Feasible
tetapi selama sementara, Dampak Muka Air Laut diterima sebagai suatu sub-topic dalam penelitian "Evaluasi Dampak Muka Air Laut dan Kebijaksanaannya"
Cara penelitian sebagian besar bisa umum untuk 2 penelitian, seperti:
Tipologi bangunan dan perkotaan
Macro analysis mengunakan Citra Satellite, Foto Udara dan Statistic
Tentang emisi CO2 anan dilanjut, cari sumber dana.
-2000 : Fact Finding Survey di 6 kota
-2001 : Quantitative analysis
-2002 : Strategy Building

Ukuran dampak kenaikan muka air laut secara quantitative

1. Dengan muka air laut naik sebesar 1 m, maka apa yang akan terjadi ? ( Jika tanpa adaptasi)

A.. Kawasan yang akan hilang (dalam laut) : contour 0-1m
B. Tetap di atas air, tapi kena dampak : contour 1-??m
- Banjir lebih sering
- Keadaan lingkungan akan turun
C. Tidak kena dampak ??m ke atas

2. Jika ada adaptasi :

R : kerugian tanpa kebijaksanaan
R' : Kerugian sesudah adaptasi( R' < R )
C : Biaya untuk adaptasi

Jika R-R' < C maka kebijaksanaan tidak akan berhasil. Kerugian = tetap R
Jika C < R-R' maka kebijaksanaan akan bermanfaat : Kerugian = R' + C

Rangka ini hampir sama dengan rangka "Flood Economy Analysis"

Dalam hal ini, Cara Ukuran C, R dan R' adalah punting.

3.Cara perhitungan kerugian

(1) Kerugian / tinggi muka air, untuk setiap tipologi bangunan / kawasan(論文から建築類型、深さ別資産量を把握)

(2) Kawasan / tipologi(建築類型別面積:空中写真を用いる)

(3) Kawasan / contour(等高線ベクトルデータを使用)

(4) 合計する(脆弱性チャートを示す)

(5)対策別の効果/費用を分析する

C. Hasil terakhir (2002) akan......

Standar Cara Perhitungan yang digunakan di daerah perkotaan Asia Pacific.

Data-data yang terdapat akan diumumkan melalui GIS - Internet.

 

残された課題:本当の脆弱性とは何か?

単なる負担ではなく、対応可能な持続可能性の限界ではないか?